17 Anggota Gang Motor Ditangkap Karena Merampok Barang dan Membakar Sepeda Motor Korban

Geng motor merupakan bagian dari budaya (subkultur) suatu masyarakat, biasanya berupa anak muda atau anak muda dengan latar belakang sosial, lingkungan atau sekolah yang sama yang mengaitkan diri dengan sepeda motor sebagai bentuk ekspresi.

Salah satu faktor yang menyebabkan mereka menjadi pengendara sepeda motor adalah faktor ekonomi, lingkungan dan iklim di Indonesia yang berkontribusi terhadap maraknya penggunaan sepeda motor menjadikan sepeda motor sebagai alat transportasi darat terpopuler di Indonesia dan juga sering digunakan untuk bermain online. poker karena di ponselnya terdapat situs judi online. Perubahan nilai dan sikap juga terlihat dalam kaitannya dengan kendaraan bermotor.

Kronologi Geng Motor

Sebanyak 17 anggota geng motor tersebut ditangkap polisi menyusul penyerangan dan penyitaan barang milik korban di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.

KasubditPenmasPolda SulselKompol MuhArsyad mengatakan, 17 pelaku berasal dari dua kelompok sepeda motor Mavas dan Gova, yang bekerja sama untuk menanggapi permasalahan sepeda motor di Kota Makassar.

“Rencana itu dibuat selama satu bulan pertama, dan ketika dua kelompok geng motor menyerang aksi unjuk rasa ilegal dengan busur dan petasan, kelompok itu (yang diserang) bubar dan kabur,” kata Arsyadsaatjumpapers di Polda Sulsel.

Geng motor tidak hanya menyerang, tetapi juga mengklaim harta benda mereka. Mereka bahkan menembakkan sepeda motor korban. Dua penghuni ponsel juga menjadi anggota pengendara sepeda motor, kejadian ini membuat suasana semakin ketat.

“Pelaku mengendarai sepeda motor korban, setelah korban menabrak tembok, terjatuh, kabur dan pergi. Pelaku kemudian menyalakan motor korban dengan melempar batu dan menembak sepeda motor korban,” kata Arsyad.

Karenanya, Polda Sulsel Kombes Pol Didik Agung mengatakan, saat penyerangan diduga ada 31 anggota motor yang terlibat dan kejadian tersebut menyebabkan banyak korban meninggal.

Untuk saat ini, polisi harus menangkap borgol sepeda motor dan lainnya saat melakukan penggeledahan.

Daftar Pelaku

Ke 17 pelaku yang ditangkap adalah IA (15 TH), GR (16 TH), NS (21 TH), MS (23 TH), IG (20 TH), MN (19 TH), NA (20 TH), MI (16). TH) TH), MF (20 TH), RS (20 TH), MS (17 TH), MF (18 TH), R (16 TH), I (18 TH), R (18 TH), CH (19 TH), SA (17 TH).

Pandangan polisi terhadap geng motor

Penangkapan pengendara sepeda motor tersebut dikatakan sangat memprihatinkan dan sangat mengkhawatirkan masyarakat sekitar.

Tindakan yang diambil oleh grup ini akan terus berulang dan menyebabkan grup lain muncul. Grup ini kolaborasi, dua grup yang sering berkumpul di satu tempat, biasanya naik 15-20 mobil, ”kata Didik.

Dikatakan, korban yang membakar sepeda motor bahkan belum diverifikasi sebagai anggota sepeda motor yang sebelumnya pernah menyerang pelaku.

“Mereka menemukan satu orang yang ingin membeli kasmir saat itu, tapi dianggap dari kelompok lain. Mereka mengejarnya, lalu korban berjatuhan, setelah terjatuh, kemudian dikejar lagi, ditangkap dan diambil dari ponselnya,” kata Didik .

Menurut Educator, terkait kejadian tersebut, polisi telah menetapkan 17 tersangka yang ditangkap, para pihak tersebut tunduk pada ayat 1 dan 2 pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan pasal 1 pasal 170 KUHP. KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Kalau mereka (penjahat) kebanyakan jalan kaki, kalau kelompok lain datang represif. Lalu sebulan lalu ada lawan dari kelompok lain yang pakai api,” kata Didik.

Dengan kejadian ini polisi melakukan tindakan yang keras karena menyebabkan korban hingga meninggal dunia, pada ayat tersebut sepeda motor diberikan sanksi sesuai dengan tindakan yang dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *